banner 728x250
Bitung  

PELNI Perkuat Komitmen Lingkungan, Nurul Azhar: Laut yang Lestari Jadi Kunci Masa Depan Daerah Maritim

banner 120x600
banner 468x60

TerasPost, Bitung – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program pelestarian lingkungan di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PELNI menjalankan beragam kegiatan yang berfokus pada penghijauan dan pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung agenda pembangunan hijau nasional sekaligus membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

banner 325x300

Salah satu program yang dijalankan adalah penanaman lebih dari 200 bibit pohon di sejumlah daerah operasional seperti Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperluas ruang terbuka hijau di sekitar pelabuhan dan kawasan operasional perusahaan.

Tak hanya itu, PELNI juga mengembangkan inovasi daur ulang life jacket yang sudah tidak lagi digunakan. Peralatan keselamatan tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti tas dan sepatu ramah lingkungan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan upaya menjaga lingkungan kini menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anik.

Menurut dia, program daur ulang life jacket juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 44 persen pengrajin yang terlibat merupakan perempuan, mulai dari ibu rumah tangga hingga anggota PKK.

Setiap produk hasil daur ulang memanfaatkan sekitar 71 persen material bekas life jacket. Bahkan, satu pasang sepatu hasil daur ulang mampu mengurangi limbah hingga 227 gram, menekan emisi karbon sebesar 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air hingga 755 liter dibandingkan proses produksi konvensional.

Dalam pelaksanaannya, PELNI menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di berbagai daerah guna memperkuat partisipasi masyarakat dan memastikan program berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, menilai Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut dan pesisir.

“Sebagai perusahaan pelayaran, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga laut dan lingkungan pesisir agar tetap lestari. Keberlanjutan lingkungan bukan hanya soal hari ini, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang,” kata Nurul.

Menurutnya, pelabuhan dan kawasan pesisir memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, perusahaan hingga masyarakat, menjadi faktor penting dalam keberhasilan program lingkungan.

Nurul menegaskan, PELNI Bitung mendukung penuh seluruh program TJSL yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

“Penghijauan dan pengelolaan limbah bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah gerakan nyata yang harus dilakukan secara konsisten agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia berharap berbagai program yang dijalankan PELNI dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Ketika perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, dampak yang dihasilkan akan jauh lebih besar. Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Nurul juga mengingatkan bahwa sebagai kota maritim, Bitung sangat bergantung pada kualitas lingkungan laut dan pesisir.

“Pertumbuhan ekonomi daerah tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan. Karena itu, menjaga laut dan pesisir bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan bersama demi keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Melalui berbagai program tersebut, PELNI berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mengurangi limbah operasional, menekan emisi karbon, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Sebagai BUMN pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dan singgah di 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, serta satu trayek kapal ternak untuk mendukung konektivitas hingga wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).

banner 325x300
Writer: Giyat Eko Prasetyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *