TerasPost, Minahasa Selatan – Menjelang Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Sapa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026, dinamika politik di desa tersebut mulai menghangat. Dari tiga calon yang akan bertarung, nama Ronny Lengkey menjadi salah satu figur yang banyak diperbincangkan masyarakat.
Bukan tanpa alasan. Ronny Lengkey dinilai memiliki rekam jejak yang panjang dalam pemerintahan desa. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Penjabat Hukum Tua Desa Sapa Timur selama lebih dari empat tahun, sejak Januari 2017 hingga Maret 2021, setelah dilantik oleh Bupati Minahasa Selatan saat itu.
Selama memimpin Desa Sapa Timur, Ronny dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Sejumlah program pembangunan berhasil dikawal pada masa kepemimpinannya, di antaranya realisasi bantuan pembangunan 30 unit rumah bagi warga serta pembangunan Pasar Rakyat Desa Sapa Timur.
Sebelum mengemban amanah di Desa Sapa Timur, Ronny Lengkey juga memiliki pengalaman sebagai Hukum Tua di Desa Radey dan Desa Molinow. Pengalaman memimpin di beberapa desa tersebut menjadi modal yang kembali ia bawa dalam kontestasi Pilhut tahun ini.
Dalam pertemuan bersama sejumlah awak media di kediamannya di Desa Pakuure, Ronny mengenang awal masa pengabdiannya sebagai Penjabat Hukum Tua. Ia menyampaikan apresiasi kepada mantan Bupati Minahasa Selatan, Christiany E. Paruntu, yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin Desa Sapa Timur.
“Banyak hal yang perlu saya apresiasi waktu itu saat penunjukan saya sebagai Hukum Tua. Salah satunya adalah soal kemasyarakatan,” ujar Ronny.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjalankan pemerintahan desa.
“Dari hal kemasyarakatan tentunya torang akan mengerti soal pemerintahan. Karena hal yang mendasar dari seorang pemimpin adalah melayani rakyatnya dengan tulus dan ikhlas,” katanya.
Ia menambahkan, seorang pemimpin akan dikenang bukan karena jabatan yang diemban, melainkan karena ketulusan dalam melayani masyarakat.
“Torang nda akan berhasil sebagai seorang pemimpin kalau torang belum bisa membuktikannya lewat melayani dengan tulus dan ikhlas. Maka dengan torang melayani dengan tulus dan ikhlas, setiap langkah pasti akan dikenang dan dirindukan,” tuturnya.
Selain menyoroti capaian selama masa kepemimpinannya, Ronny juga menyebut masih terdapat sejumlah program pembangunan yang menjadi perhatian di Desa Sapa Timur, di antaranya rencana pembangunan 20 unit rumah bantuan serta pembangunan gapura di pintu masuk desa.
Rekam jejak kepemimpinan dan pengalaman di pemerintahan desa menjadi salah satu faktor yang membuat Ronny Lengkey memperoleh dukungan dari sebagian masyarakat menjelang pelaksanaan Pilhut Desa Sapa Timur.
Jacky Saroinsong
















