TerasPost, Bitung – Tuduhan soal belum dilunasinya pembayaran sewa tenda pada kegiatan Ramadhan Festival dan pasar senggol Lebaran yang dikelola Perumda Pasar Kota Bitung memicu polemik di media sosial. Namun, panitia pelaksana memastikan seluruh kewajiban kepada vendor telah diselesaikan sebelum Idul Fitri.
Bendahara panitia, Jein Mangolo, menegaskan informasi yang beredar di sejumlah akun media sosial merupakan kabar bohong yang tidak sesuai fakta di lapangan. Ia menyebut tudingan tersebut berpotensi mencemarkan nama baik panitia maupun Perumda Pasar.
“Semua pembayaran sudah diselesaikan setelah kegiatan selesai dan bahkan sebelum Idul Fitri. Ada bukti pembayaran dan dokumentasi lengkap. Jadi tidak benar jika disebut pembayaran sewa tenda senggol Lebaran belum lunas,” kata Jein kepada wartawan, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Jein, pengelolaan keuangan kegiatan Ramadhan Festival dilakukan dengan sistem administrasi yang ketat dan terbuka. Seluruh transaksi, kata dia, wajib melalui tahapan administrasi, mulai dari kesepakatan kerja sama hingga dokumen pendukung pembayaran.
Ia mengatakan, mekanisme itu diterapkan untuk memastikan pengelolaan kegiatan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun administrasi.
Sekretaris panitia, Tamrin Bandu, turut membantah tudingan yang menyebut adanya tunggakan pembayaran kepada vendor tenda. Ia menegaskan setiap pengeluaran dalam kegiatan Perumda Pasar harus memiliki dasar administrasi dan mengacu pada kontrak kerja yang telah disepakati.
“Semua pembayaran harus memiliki dasar dan mekanisme yang jelas. Tidak bisa dilakukan sembarangan karena seluruh proses wajib sesuai aturan administrasi,” ujar Tamrin.
Tamrin menjelaskan, apabila terdapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan kesepakatan kontrak, maka pembayaran tidak bisa diproses begitu saja tanpa dasar administrasi yang kuat.
Panitia juga menyoroti unggahan akun media sosial bernama Ronny Rahman yang menyebut pembayaran sewa tenda pasar senggol belum diselesaikan. Menurut Tamrin, panitia bersama direksi Perumda Pasar saat ini tengah mendalami persoalan tersebut, termasuk kemungkinan menempuh langkah hukum.
“Persoalan ini sementara dibahas bersama direksi. Apakah nanti akan menempuh jalur hukum atau sebatas memberikan imbauan agar tidak menyebarkan fitnah dan hoaks,” katanya.
Ramadhan Festival Perumda Pasar Kota Bitung merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Kegiatan itu melibatkan pelaku UMKM, pedagang takjil, hingga penyedia jasa pendukung kegiatan.
Panitia berharap polemik di media sosial tidak mengganggu kepercayaan masyarakat maupun hubungan kerja sama dengan vendor yang selama ini terlibat dalam kegiatan Perumda Pasar.
Masyarakat juga diimbau lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi di media sosial, terutama informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.


















