banner 728x250
Bitung  

TP PKK Bitung dan DLH Genjot Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Wangurer Timur

banner 120x600
banner 468x60

TerasPost, Bitung — Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi pekerjaan besar di Kota Bitung. Di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan, Tim Penggerak PKK Kota Bitung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai mendorong perubahan dari level paling dasar: dapur dan rumah tangga warga.

Upaya itu terlihat dalam Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga yang digelar di Kelurahan Wangurer Timur. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari dorongan membangun budaya memilah dan mengolah sampah langsung dari sumbernya.

banner 325x300

Ketua TP PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, menilai persoalan sampah tak bisa lagi dipandang sebagai urusan pemerintah semata. Menurut dia, rumah tangga memiliki peran penting dalam menekan volume sampah yang terus mengalir ke tempat pembuangan akhir.

“Langkah awal yang paling penting adalah membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan memilah sampah, kita membantu mengurangi pencemaran lingkungan dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA,” kata Ellen dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, sebagian besar sampah rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dipilah dengan benar. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan sayuran dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti botol plastik, kaca, dan kaleng masih dapat didaur ulang.

Menurut Ellen, kebiasaan masyarakat yang masih mencampur seluruh jenis sampah menjadi salah satu penyebab persoalan lingkungan sulit diselesaikan. Padahal, pengelolaan sederhana dari rumah bisa memberi dampak besar terhadap kebersihan kota.

“Kalau pengolahan dimulai dari rumah, beban lingkungan akan jauh berkurang,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianty Dumbela, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Merianty menegaskan pengurangan sampah tidak akan efektif tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini terus mendorong pola pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sebagai solusi jangka panjang menghadapi persoalan penumpukan sampah perkotaan.

“Kalau sampah organik bisa selesai di rumah melalui kompos, otomatis volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir ikut berkurang,” kata Merianty.

Pelatihan tersebut dihadiri Ketua Pokja III TP PKK Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III TP PKK Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Kabid Pengelolaan Sampah Hantje Puraow, Camat Madidir Heimans B. Kansil, Lurah Wangurer Timur Aris Puasa, TP PKK Kecamatan Madidir, PKK Kelurahan, serta warga setempat.

Di hadapan kader PKK dan masyarakat, Ellen juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun kesadaran lingkungan dari keluarga. Ia meminta kader PKK menjadi motor penggerak pengurangan sampah rumah tangga di lingkungan masing-masing.

“Lingkungan bersih tidak lahir dari program besar semata, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus di rumah,” katanya.

(Eko)

banner 325x300
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *