banner 728x250
Bitung  

Balai Kekarantinaan Kesehatan Bitung Imbau Warga Waspadai Hantavirus

banner 120x600
banner 468x60

TerasPost, Bitung — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Bitung meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran Hantavirus di tengah munculnya pemberitaan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di kapal pesiar mancanegara yang disebut menelan korban jiwa.

Kepala BKK Bitung Rivo Pandensolang menegaskan masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun harus memahami pola penularan virus tersebut agar langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

banner 325x300

“Hantavirus bukan penyakit baru. Penularannya umumnya berasal dari kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, baik melalui kotoran, air liur, maupun debu yang sudah terkontaminasi,” kata Rivo, Rabu (13/5/2026).

Menurut dia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang menilai risiko penyebaran global virus tersebut masih relatif rendah. Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga sanitasi lingkungan.

Sementara perawat di BKK Bitung Agung Budiyanto menjelaskan, kasus Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejauh ini didominasi tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tercatat 23 kasus terkonfirmasi yang tersebar di sembilan provinsi.

Karena itu, BKK Bitung mengingatkan warga untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, khususnya di lokasi yang rawan tikus seperti gudang, pasar, tempat penyimpanan bahan makanan, hingga kawasan pelabuhan.

“Makanan harus disimpan di wadah tertutup rapat, celah masuk tikus perlu ditutup, dan saat membersihkan area berdebu sebaiknya menggunakan kain pel basah agar partikel yang diduga terkontaminasi tidak beterbangan,” ujarnya.

BKK Bitung juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi sarang tikus.

“Deteksi dini sangat penting supaya penanganan medis bisa segera dilakukan. Yang terpenting, masyarakat jangan mengabaikan gejala,” kata Agung.

(*Eko)

banner 325x300
banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *